Perang Salib, Tujuh Kata, Pancasila, dan Resistensi Diam-Diam

Kaji Karno
Budayawan Muslim, Tinggal di Pasuruan


“Nah”
kata Leopold Weiss dalam “Road to Mecca” bukunya yang otoritatif, “apabila seorang Barat memperbincangkan sesuatu, katakanlah Hinduisme atau Buddhisme, ia akan selalu sadar akan perbedaan-perbedaan asasi antara ideologi-ideologi ini dengan dimilikinya. Ia boleh mengagumi bagian ini dan itu dari ideologi mereka, akan tetapi tak pernah mempertimbangkan kemungkinan menggantikannya dengan miliknya. Karena ia a priori mengakui ketidak mungkinan ini, maka ia sanggup menimbang kultur-kultur yang benar-benar asing semacam itu dengan ketetapan hati dan sering dengan perasaan simpatik. Akan tetapi, bila datang kepada Islam –yang tidak asing bagi nilai-nilai Barat seperti halnya dengan falsafah Hindu dan Budha – maka ketenangan Barat tadi selalu terganggu dengan syak wasangka emosional”
Baca lebih lanjut

Said Aqil Siradj Bilang Tak Boleh Ada Aspirasi Pendirian Negara Islam

Jakarta (SI ONLINE) – Lagi-lagi Said Aqil Siradj membuat ‘neg’ umat Islam. Setelah pernyataan kontroversialnya tentang Lady Gaga, di Hari Lahir Pancasila, Said Aqil kembali mengelurakan pernyataan aneh. Kali ini, alumnus doktoral dari Ummul Quro’, Mekah, itu mengatakan tak boleh ada aspirasi untuk mendirikan negara Islam.

“Sebagai konsekuensi sikap politik, maka NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya secara murni dan konsekuen oleh semua pihak. Dengan demikian tidak perlu dan tidak boleh ada aspirasi untuk mendirikan negara Islam, karena nilai-nilai dan aspirasi Islam telah diejawantahkan dalam Pancasila,” tandas Said Aqil Siradj dalam sambutan peringatan hari Pancasila 1 Juni di Gedung MPR RI/DPR RI, Jakarta, Jumat (1/6/2012) seperti dirilis situs resmi NU, http://www.nu.or.id. Baca lebih lanjut

Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi

Oleh: Irfan S Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

FENOMENA munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.

Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami keropos dan ditinggalkan rakyat.

Baca lebih lanjut