Malik Faishal bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Sa’ud dan Seruannya Untuk Membebaskan Al-Quds

Sekilas Tentang Malik Faishal bin Abdul Aziz

Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud (bahasa Arab: فيصل بن عبدالعزيز آل سعود), dikenal dengan sebutan Malik Faisal (Raja Faisal), dan selaku penasehat pada masa jabatannya adalah Mufti pertama Arab Saudi, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak keempat Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, Raja pertama dari kalangan Bani Suud yang memproklamirkan berdirinya Negara Monarki Arab Saudi. Ia memiliki darah keturunan Bani Tamim dari pihak ayah maupun ibunya, dan ia pun juga adalah seorang keturunan Suku Quraisy. Wafat pada tahun 1975.

Baca lebih lanjut

“Mereka memperkosaku seperti ini !”

Artikel ini ditujukan untuk setiap muslim yang masih memiliki darah mengalir di nadinya

Nadia adalah salah satu korban tentara Amerika di penjara Abu Ghraib. Dia ditangkap tanpa alasan. Ketika dia dibebaskan dari penjara, tidak langsung kembali ke pangkuan keluarganya sebagaimana kebanyakan tahanan lainnya yang telah mengalami hal buruk, meskipun ketika dia telah terbakar oleh api penindasan dan kerinduan pada keluarganya.
Baca lebih lanjut

10 Nama-Nama Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”
Baca lebih lanjut

Kisah Pengantin Bidadari

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid.

Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.

Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah.

Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
Baca lebih lanjut

By Muhibbul Islam Posted in Kisah

Kisah Icon Ratu Herba Pelangsing

Berikut ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak gadis dari negeri Islam di Asia Tenggara yang berusia 21 tahun. Dia mengalami obesitas dari sejak berusia 12 tahun, dan semakin lama semakin bertambah kegemukannya sehingga menjelang usia 21 tahun berat badannya bertambah menjadi 125 kilogram. Untuk berat normal wanita seusianya adalah hanya sekitar 56 kilogram saja.

Dengan rasa malu, gadis bernama Ratih ini menyandang gelar Tosar (tong besar). Semua kawan dan tetangganya memanggil dia dengan sebutan ini, bahkan ibunya pun dipanggil dengan gelar “emak sigentong.” Walau hati sakit dikarenakan julukan yang menyudutkan, namun keadaan tubuhnya yang susah diubah membuat Ratih yang sebenarnya berwajah manis menjadi gadis minder. Baginya hanya emak satu-satunya kawan setia yang selalu mengerti dirinya serta kawan akrab untuk berbagi dan meluapkan kasih sayang. Ucapan penuh kasih, peluk cium dari emak selalu membuatnya merasa nyaman dan baginya emak adalah segalanya.
Baca lebih lanjut

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

voa-islam.com: Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan menjadi orang tua tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati semua persoalan hidupnya.

Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat “Sudden Infant Death Syndrome” (SIDS) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada balita yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang mendadak, membuat Madonna sangat berduka.

“Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa sangat hampa. Tapi saat pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang bahwa saya percaya sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit jika Dia tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa depan, apa yang harus saya lakukan adalah tetap berada di jalan yang benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu saya siap,” ujar Madonna mengenang saat pemakaman bayinya.
Baca lebih lanjut

By Muhibbul Islam Posted in Kisah

Shalat Melihat Al-Qur’an Bersinar: Ketua Waria Saraswati Taubat, kembali Jadi Lelaki

MALANG (voa-islam.com) – Makna Idul Fitri sebagai hari terlahir kembali menjadi manusia yang suci setelah ditempa shaum sebulan penuh, benar-benar dirasakan oleh Yani Susanto Sariyan. Baginya, makna itu benar-benar nyata dirasakannya pada lebaran kali ini. Mantan ratu waria Kota Malang Jawa Timur ini mendapat hidayah Ilahi untuk kembali ke fitrah asalnya sebagai lelaki sejati.

Sebelumnya, waria berusia 41 tahun ini akrab disapa Yanti Saraswati, sang primadona waria di Kota Malang. Selain pernah memimpin Ketua IWAMA (Ikatan Waria Malang), ia juga kerap memenangi kontes kecantikan dan rias antarwaria tingkat nasional.

Penampilannya, baik dilihat dari foto maupun secara fisik, ia susah dibedakan dengan perempuan tulen. Wajahnya memang cukup cantik, ditambah operasi suntik silikon yang membuat dadanya –maaf– montok.

Bermodal kecantikan “imitasi” itu, pria hidung belang mana yang tak kepincut? Paling tidak lima laki-laki buaya ini antre mengencaninya dalam sehari. Di masa tua saja, ketika gincu dan bedak tak lagi mampu menutup keriput wajah, Yanti tetap ‘laris’. Keahliannya merias wajah bisa diandalkan. Bisa dibilang, inilah sosok impian kaum waria.

Baca lebih lanjut

By Muhibbul Islam Posted in Kisah

Utbah bin Ghazwan

Diantara Muslimin yang lebih dulu masuk Islam, diantara Muhajirin yang pertama yang hijrah ke Habsyi, kemudian ke Madinah dan diantara pemanah pilihan yang tak banyak jumlahnya yang telah berjasa besar dijalan Allah, terdapatlah seorang laki-laki yang berperawakan tinggi dengan muka bercahaya dan rendah hati, namanya ‘Utbah bin Ghazwan.

Ia adalah orang ketujuh dari kelompok tujuh perintis yang berbaiat menjabat tangan kanan Rasulullah saw dengan tangan kanan mereka untuk bersedia menghadapi orang-orang Quraisy yang sedang memegang kekuatan dan kekuasaan serta gemar menuruti hawa nafsu angkara.

Pada hari-hari pertama dimulainya dakwah, dan pada hari penderitaan dan kesukaran, ‘Utbah bersama kawan-kawannya telah memegang teguh suatu prinsip hidup yang mulia yang kemudian kelak menjadi bekal dan makanan bagi hati nurani manusia dan akan berkembang menjadi luas melalui perkembangan masa.

Sewaktu Rasulullah saw menyuruh sahabat-sahabat nya hijrah ke Habsyi, maka ‘Utbah pun termasuk diantara orang-orang Muhajjirin itu. Tetapi kerinduan kepada Nabi saw tidak membiarkannya untuk menetap disana, segeralah ia menjelajahi daratan dan mengarungi lautan untuk kembali ke Mekkah, lalu tinggal disana disamping Rasulullah saw hingga datang saatnya hjijrah ke Madinah, maka ‘Utbah pun hijrah bersama kaum Muslimin lainnya.

Baca lebih lanjut

By Muhibbul Islam Posted in Kisah