Malik Faishal bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Sa’ud dan Seruannya Untuk Membebaskan Al-Quds

Sekilas Tentang Malik Faishal bin Abdul Aziz

Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud (bahasa Arab: فيصل بن عبدالعزيز آل سعود), dikenal dengan sebutan Malik Faisal (Raja Faisal), dan selaku penasehat pada masa jabatannya adalah Mufti pertama Arab Saudi, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak keempat Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, Raja pertama dari kalangan Bani Suud yang memproklamirkan berdirinya Negara Monarki Arab Saudi. Ia memiliki darah keturunan Bani Tamim dari pihak ayah maupun ibunya, dan ia pun juga adalah seorang keturunan Suku Quraisy. Wafat pada tahun 1975.

Baca lebih lanjut

Iklan

JIHAD NABI DI BUMI PALESTINA

Oleh : Syaikh DR Abu Anas Muhammad Musa Alu Nashr
Palestina adalah bumi yang diberkahi, Allah telah menjadikanya sebagai tempat turunnya risalah-risalah (kenabian), tempat berhimpunnya kebudayaan, tempat hijrah para NabiNya. Di Palestina terdapat kiblat pertama dan tempat di isra’kannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, didalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan Isa Al-Masih ‘Alaihis Salam, dan di Palestina juga Ya’juj dan Ma’juj dibinasakan. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah ! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka Yahudi-pun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allah yang shalih di bumi Palestina.

Baca lebih lanjut

AS Kebakaran Jenggot,Perancis Akan Mendukung Palestina Di PBB

Kelihatannya Paman Sam akan kembali kebakaran jenggotnya karena sangat jengkel  kepada politik Perancis terkait Palestina, sebagaimana telah  dilakukan Presiden  Nikholas  Sarkazy  saat Palestina  diterima  menjadi salah satu negara  anggota UNESCO tahun 2011 lalu. Hal itu dilakukan Perancis ketika   pertemuan  UNESCO diadakan di Paris,Perancis.Dan hal serupa akan dilakukan kembali oleh  Perancis, ketika  Presiden Mahmud Abbas  berupaya keras untuk  minta Palestina  menjadi nonanggota di PBB,  status yang lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya sebagai peninjaunya saja .
Baca lebih lanjut

Anak-anak Gaza harus menjadi korban serangan brutal pengecut pasukan penjajah Yahudi

GAZA (Arrahmah.com) – Negara Zionis meneruskan serangan mematikan di Jalur Gaza, hari Ahad (18/11/2012) menjadi hari paling mematikan dengan sedikitnya 31 korban tewas termasuk beberapa anak di tengah persiapan invasi darat ke wilayah Palestina yang terkepung.

Jet tempur “Israel” telah menggempur Gaza selama lima hari berturut-turut sejak Rabu (15/11).  Sedikitnya sembilan anak telah gugur dalam serangan brutal pengecut pasukan Zionis.
Baca lebih lanjut

Ada Apa dengan TKW di Arab…Jangan Hanya Membaca Berita Mereka Diperkosa, Tapi Baca Juga dong FAKTANYA…

Tidak ada MEDIA INDONESIA yang mengekspose berita ini, kenapa? Inilah Kisah TKW yang menggorok leher seorang BALITA di madinah

Video anak yang tidak bersalah ini bisa dilihat disini

Seringkali saya membaca berita tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah atau cerita yang diangkat berdasarkan dari cerita para TKW atau karena pengamatan selintas kita tentang keadaan para TKW waktu bertemu di mall-mall, di restaurant ataupun di Rumah Sakit.

Baca lebih lanjut

Jum’at: Zionis Yahudi melancarkan 30 serangan udara di Gaza dalam waktu kurang dari 30 menit

GAZA (Arrahmah.com) – Militer Israel terus meningkatkan serangan-serangannya terhadap penduduk sipil di Jalur Gaza, pada Jum’at (16/11/2012) pagi, dengan lebih dari 30 serangan udara di berbagai daerah yang berbeda di Gaza dalam waktu kurang dari 30 menit, IMEMC melaporkan.

Baca lebih lanjut

Mujahidin Serambi Baitul Maqdis kembali menghantam pemukiman penjajah Yahudi dengan delapan roket

 GAZA (Arrahmah.com) – Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis mengaku bertanggung jawab atas penembakan delapan roket yang menghantam pemukiman penjajah Yahudi di Meftahim, Zekim dan Sderot, Senin (12/11).

Baca lebih lanjut

Perang Salib, Tujuh Kata, Pancasila, dan Resistensi Diam-Diam

Kaji Karno
Budayawan Muslim, Tinggal di Pasuruan


“Nah”
kata Leopold Weiss dalam “Road to Mecca” bukunya yang otoritatif, “apabila seorang Barat memperbincangkan sesuatu, katakanlah Hinduisme atau Buddhisme, ia akan selalu sadar akan perbedaan-perbedaan asasi antara ideologi-ideologi ini dengan dimilikinya. Ia boleh mengagumi bagian ini dan itu dari ideologi mereka, akan tetapi tak pernah mempertimbangkan kemungkinan menggantikannya dengan miliknya. Karena ia a priori mengakui ketidak mungkinan ini, maka ia sanggup menimbang kultur-kultur yang benar-benar asing semacam itu dengan ketetapan hati dan sering dengan perasaan simpatik. Akan tetapi, bila datang kepada Islam –yang tidak asing bagi nilai-nilai Barat seperti halnya dengan falsafah Hindu dan Budha – maka ketenangan Barat tadi selalu terganggu dengan syak wasangka emosional”
Baca lebih lanjut